Mimpi Buruk



Matahari bersinar, burung-burung riuh berterbangan, bermandikan cahaya. Pohon jati baru saja membuka matanya keluar dari alam tidurnya. Mimpinya yang panjang buyar begitu saja ketika serombongan burung pipit menabrak daun-daunnya.

Astagfirullah Al-'adzim, ya Allah!" jati terkejut setengah mati.
"Kenapa kamu Jati, mimpi buruk ya?" tanya Kenari dengan hati-hati.
"Iya Nari, aku mimpi buruk, ribuan rayap memakan akar-akarku, dan ulat-ulat bulu yang iiih jijik, mereka melahap daun dan anak-anakku"
"Tenanglah Jati, itukan Cuma mimpi…" bujuk Kenari.
"Emang betul cuma mimpi, tapi baru pertama kali aku bermimpi seburuk ini."

Sambil mengibaskan daun-daunnya yang mulai lusuh, Kenari memamerkan senyum manisnya, tubuh dan dahannya yang mulai berjanggut, kini terhembus angin sisa malam tadi. Lumut hijau yang menempel dikulitnya, menjadi pertanda bahwa dia sudah lama hidup dihutan ini.

"Iiiih sereem" desisnya pelan.

Sementara itu tak jauh dari lereng gunung, dimana Kenari dan Jati berdiri, terlihat puluhan manusia berseragam biru dan kepalanya terbungkus helm berwarna kuning, mereka sedang sibuk menggunduli sebuah bukit diseberang sana. Suara gergaji mesin meraung-raung, mereda suara jeritan induk burung dan anak-anaknya yang turut jatuh bersama tumbangnya pepohonan yang menjadi korban kebiadaban mereka, sementara itu binatang-binatang lainpun turut panik, mereka berhamburan mencari tempat tempat yang aman.

"Babad semuanya jangan ragu-ragu, besok pagi kita harus sudah berada di lereng gunung sebelah sana", perintah seorang diantara mereka dengan angkuhnya.

"Baik pak."

Dan pohon-pohon dibukit itupun habis ditebang manusia-manusia jahanam itu. Tinggal tunggul-tunggul dan kepalan asap dari kobaran api yang melahap kayu kering dan rerumputan disekelilingnya.

***

Malam itu………

Langit tampak mendung dan awanpun terlihat berat bergerak, sesekali kilatpun ikut berkelebat memamerkan cahaya kemarahannya. Sementara itu, Jati dan Kenari bercengkrama, setelah mereka mendengar kabar dari seekor burung Hantu, bahwa bukit sebelah sana, kini telah diobrak-abrik oleh segerombolan manusia hanya dalam satu hari saja.

"Sungguh kejam manusia itu, tak pernah memikirkan makhluk lain, padahal kita kan sama-sama makhluk Tuhan" Jati mengawali perbincangan mereka.

"Begitulah manusia, Jati, beruntung dulu nenek moyang kita menolak tawaran Tuhan untuk menjadi Khalifah dibumi ini, sebab menjadi khalifah itu tugasnya berat sekali."

"Berat apanya Nari, bukankah jadi pemimpin itu enak ?"

"Siapa bilang Jati, setiap pemimpin itu pasti akan diminta pertanggungjawabannya kelak di persidangan Tuhan. Karena tugas pemimpin itu menjaga apa yang telah diamanahkan Tuhan padanya. Diantaranya, menjaga gunung-gunung, menjaga kita para tumbuhan, sungai, binatang-binatang serta makhluk-makhluk lainnya."

"O…Begitu ya. pantesan banyak saudara kita meninggal dipulau Jawa sana. Tubuh mereka diusung kenegeri lain, bahkan burung pipit, ular dan seranggapun dimusnahkan oleh manusia. Mereka memang kejam. Mereka tidak bisa menjaga amanah Tuhan. Mereka terlalu terobsesi dengan tubuh kita, sehingga lupa, kita pun butuh saudara kita yang lain. Sebetulnya aku rela mati demi menghidupi bangsaku dinusantara ini, hanya aku ingin anak-anakku jangan dulu dibunuh, mereka belum kekar. Dan kalau mereka dibunuh, siapa yang akan meneruskan generasiku ?

"Betul Jati, betul katamu, banyak saudara kita yang punah, akibat keserakahan manusia, mereka hanya mementingkan perut mereka sendiri."

***

Bersama hembusan angin malam, daun-daun jati ikut bergoyang melontarkan irama dzikirnya yang indah tak pernah disadari oleh manusia.

"Hie'eeeng…" Pohon Kenari terbangun dari tidurnya, matanya terbelalak ketika melihat puluhan manusia berpakaian biru memekai helm itu, telah berada disekitarnya. Sebagian dari mereka membawa gergaji mesin dan yang lainnya membawa peralatan berupa seperangkat alat-alat penebangan pohon, keserakahan dan kebiadaban pun terlihat diwajah-wajah mereka.

Melihat tajamnya gergaji dan suaranya yang lebih nyaring dari auman srigala yang lapar, kini Jati dan Kenari hanya diam.

"Hie'eeng" pohon cemara terjungkel, ambruk mencium tanah, disusul randu, dan mahoni. Tidak hanya itu, anak-anak mereka yang baru saja tumbuh beberapa bulanpun turut ditumbang habis.

***

Tak seperti biasanya, angin pagi bertiup kencang, awan bergumul dipuncak gunung, angin barat datang, angin timur muncul, awan selatan dan utara tiba-tiba menjelma menjadi warna kelabu, bertumpuk menjadi satu dan berputar. Tiba-tiba…

"Blaaar.." cahaya api itupun kembali dicambukkan, suara yang menggelegar mengiringnya, dan hujanpun turun dengan begitu derasnya. Hujan yang deras, tak membuat para penebang berhenti. "tanggung" katanya.

Kini giliran Jati tiba, iapun terkejut setengah mati, ketika melihat berseragam biru itu mengelilinginya. Ingin rasanya ia menendang manusia-manusia biadab itu, namun apa dayanya, Tuhan hanya menakdirkan dia untuk diam, dan diam untuk selamanya. Dan akhirnya tubuhnya rubuh terpelanting kejurang yang menganga kesebelah lereng bukit.

Angin semakin bertiup kencang, seluruh pohon dilereng gunung itu meliuk-liuk dan hujan terus mengguyur bumi tak mau berhenti, dan puluhan manusia berseragam itupun akhirnya kewalahan, mereka tak dapat bertahan lama, pohon-pohon mulai tumbang, dahan dan ranting yang lapuk patah terbawa angin dan menimpa manusia-manusia berseragam biru itu.

"Aaaah.. tolooong !!" lengkingan manusia-manusia itu panjang terdengar dari mulut mereka. Dan akhirnya sebagian dari mereka pun terlempar kejurang, setelah sebatang pohon besar menghadang tubuh mereka.

Sementara itu pohon Kenari tak sanggup lagi menahan keroyokan angin badai yang terlihat mendorong tubuhnya dari segala arah, akarnya tak lagi kuat menancap pada tanah, tubuhnya yang hampir lapuk terlalu lemah untuk menahan dentuman angin yang bertubi-tubi menghantamnya, tetapi ia tetap berdzikir sampai akhirnya sebuah pukulan anginpun menyambarnya.

Kini Kenari merasa bahwa dirinya sedang melayang, dan perlahan-lahan mulai terang. Ia melihat tubuhnya terkujur kaku menindih tubuh sang ketua penebang pohon itu. Sesaat kemudian dua cahaya mengangkatnya naik kelangit, semuanya terasa ringan, ringan seperti kapas.Description: Mimpi Buruk Rating: 4.5 Reviewer: seputarwisata.com - ItemReviewed: Mimpi Buruk


Shares News - 08.33
Read More Add your Comment 0 komentar


Menjadikan Istirahat Tidak Sekedar Melepas Capek



Setiap makhluk hidup pasti merasakan kelelahan, capek, dan sakit. Maka dari itu islam memerintahkan untuk menjaga jiwanya atau kesehatan badannya. Tidur merupakan salah satu nikmat yang Alloh swt berikan kepada hamba-hambanya. tidur menjadikan pahala apabila diniati dengan baik atau agar sehat dan dapat menjalankan ibadah.


Alloh swt berfirman:


Artinya:"Dan kami jadikan tidurmu untuk istirahat". (QS. An Naba':9)


Dalam keheningan malam (tidur), seorang hamba dapat beristirahat dengan tenang setelah sehari penuh bergelut dengan berbagai aktifitas hingga dapat merasakan kenikmatan hidup dan dia pun dapat memulihkan tenaganya sebagai persiapan untuk menyongsong aktifitas baru disaat fajar menyingsing. Oleh karena itu hendaklah seorang hamba (muslim) memperhatikan adab-adab tidur, sehingga tidurnya tidak sekedar pelepasan lelah namun juga sebagai suatu ibadah. Diantara adab-adab tersebut adalah:




  • Adab Sebelum Tidur


1) Tidak mengakhirkan waktu tidur (bergadang) kecuali untuk hal-hal yang mendadak (mendesak) seperti mengulang pelajaran, berbincang-bincang dengan tamu atau bercengkrama dengan anggota keluarganya.


2) Selalu menjaga wudhu' saat hendak tidur.


Rosululloh saw bersabda:


"إِذَا أَتَيْتَ مُضْجَعَكَ فَتَوَضَّأَ وُضُوْءَكَ لِلصَّلَاةِ"


"jika kamu hendak merebahkan diri kepembaringanmu, berwudhu'lah sebagaimana engkau berwudhu' untuk sholat". (HR. Bukhori:6311 dan Muslim:2710)


3) Berbaring dengan lambung kanan dan menghadap kiblat.


"ثُمَّ اضْطَجَعَ عَلَى شِقِّكَ الأَيْمَانِ".


"… kemudian berbaringlah diatas pinggang sebelah kanan". (HR. Bukhori: 6311 dan Muslim: 2710).


4) Tidak berbaring dengan posisi tengkurap.


5) Berdzikir(mengingat-ingat kesalaha dalam sehari) dan berdo'a.


6) Diantara dzikir, do'a dan perbuatan yang biasa dilakukan Rosululloh saw adalah:


a) Membaca suart Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Naas, kemudian ditiupkan pada telapak tangan (dengan sedikit meludah). Sesudah itu diusapkan ke anggota tubuh mulai dari kepala, wajah dan lainnya yang dapat dijangkau tangan, dan dilakukan sebanyak tiga kali.(lihat hadits Bukhori:6319)


b) Membaca Ayat Kursi. (lihat Hadits Bukhori: 5010).


Artinya:"Alloh, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan dia yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. tiada yang dapat memberi syafa'at di sisi Alloh tanpa izin-Nya? Alloh mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Alloh melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Alloh meliputi langit dan bumi. dan Alloh tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Alloh Maha Tinggi lagi Maha besar". (QS. Al-Baqoroh: 255).


c) Membaca dua ayat terakhir surat Al-Baqoroh.


Artinya:"Rosul Telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Robbnya, demikian pula orang-orang yang beriman. semuanya beriman kepada Alloh, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rosul-rosul-Nya. (mereka mengatakan): "Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rosul-rosul-Nya", dan mereka mengatakan: "Kami dengar dan kami taat." (mereka berdoa): "Ampunilah kami Ya Robb kami dan kepada Engkaulah tempat kembali."Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (mereka berdoa): "Ya Robb kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Robb kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Robb kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. beri ma'aflah Kami; ampunilah Kami; dan rohmatilah kami. Engkaulah penolong kami, Maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir". (QS. Al Baqoroh: 285-286)


d) Meletakkan tangan kanan dibawah pipi (tangan kanan sebagai bantalnya).


e) Berdo'a dengan do'a tidur.


"بِسْمِكَ اللَّهُمَ أَمُوْتُ وَأَحْيَا"


"Dengan nama-Mu, Ya Alloh aku mati dan hidup"


"اللَّهُمَّ قِنِيْ عَذَابَكَ يَوْمَ تَبْعَثُ عِبَادَكَ".


"Ya Alloh, jauhkan aku dari siksaanMu pada hari engkau membangkitkan hamba-hambaMu". (dibaca tiga kali) (lihat shohih Tirmidzi: 3/ 143).




  • Adab Disaat Tidur.


1) Berusaha menghindari posisi tidur tengkurap.


2) Apabila hendak membalikkan tubuh, berdo'a:


"لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ الوَاحِدُ القَهَّارُ، رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَ الأَرْضِ وَمَا بَيْنَ هُمَا العَزِيْزُ الغَفَّارُ"


"Tidak ada Ilah selain Alloh, Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa, Rob Yang Menguasai langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya, Yang Maha Mulia lagi Maha Pengampun". (HR. Hakim dan lihat Shohihul Jami': 4/231).


3) Jika melihat sesuatu yang menakut dalam tidur, maka berdo'alah:


”أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ غَضَبِهِ وَعِقَابِهِ، وَشَرِّ عِبَادِهِ، وَمِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِيْنِ وَأَنْ يَحْضُرُوْنَ“


"Aku berlindung dengan kalimat Alloh yang sempurna, dari kemarahan dan siksaanNya, dan dari kejahatan hamba-hambaNya dan dari godaan syaithon dan agar jangan sampai mereka hadir dihadapanku". (HR. Abu Daud: 4/12 dan lihat Shohih Tirmidzi: 3/ 171).


4) Jika bermimpi baik, jangan diceritakan kecuali kepada orang yang senang mendengarkannya


5) Jika bermimpi buruk:


ü meludahlah kekiri tiga kali (dengan sedikit percikan)


ü berta'awudz (berlindung kepada Alloh) tiga kali.


”أَسْتَعِيْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَمِنْ شَرِّ مَا أَرَى“


Aku berlindung kepada Alloh dari (godaan syaithon) dan dari keburukan apa yang aku lihat".


ü Tidak menceritakan kepada orang lain.


ü Mengubah posisi tidur


ü Bangun dan sholat malam, jika mau.




  • Adab setelah tidur.


ü Berdo'a dengan do'a bangun tidur:


”الحَمْدُ للهِ الَّذِيْ أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُورُ“


"segala puji bagi Alloh yang membangunkan kami setelah ditidurkan-Nya. Dan kepada-Nya kami dibandingkan".


ü Mencuci dua tangan.


ü Berwudhu'.


ü Sholat tahajjud dan witir paling sedikit sholat witir satu roka'at.


demikian beberapa akhlak tidur dan semoga bermanfaat bagi kita semua amin...

Description: Menjadikan Istirahat Tidak Sekedar Melepas Capek Rating: 4.5 Reviewer: seputarwisata.com - ItemReviewed: Menjadikan Istirahat Tidak Sekedar Melepas Capek


Shares News - 13.56
Read More Add your Comment 13 komentar